Senin, 07 April 2014

Drama Remaja Tetangga -__-

Hallo bloggers kali ini saya datang membawa sepotong kisah nyata "Drama Remaja Tetangga". Kenapa saya menyebutnya sebagai "Darama Remaja Tetangga"? Karena pelaku utamanya adalah Remaja tanggung tetangga belakang rumah yang sukses bikin orang sekampung heboh. *Hadehh, ala ala banget dah!!*



    Jadi sebut namanya Sumi. Si Sumi ini masih kelas 6 SD dan katanya tergolong remaja yang bahasa keren jaman sekarangnya sih "CABE CABEAN". Nah, waktu denger anaknya dikatain begini si emak gak terima (ya jelas gak terima, dia anak manusia oii. Bukan anaknya cabe) dan melabrak si penyemat julukan untuk si anak. Tapi kalau diamati dengan jelas si Sumi ini memang tergolong "CABE". Apa mungkin karena perkembangan jaman, jadi anak kecil jaman sekarang sudah mulai bergincu, berdandan dan berpacaran??
    Langsung aja ke inti cerita deh. Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu si Sumi ini pulang kemalaman sekitar jam 11malam lah. katanya sih dia tidak membawa HP dan rumah si teman agak jauh. Si emak (yang beberapa hari sebelumnya sudah ngelabrak orang karna anaknya dikatain) merasa -entah- cemas atau -entah- takut malu menunggu si Sumi pulang dengan resah di mulut gang. Nah, sial bagi Sumi karena bukan kata-kata menenangkan yang di dengar dari si emak malah pukulan-pukulan gemas di sekujur tubuh dan cacian khas "Surabaya" yang dia peroleh. Dan dari pukulan dan cacian tadi rupanya yang terekam di otak si Sumi adalah dia tidak diharapkan oleh si emak. Dan dari cerita yang saya dengar dan menurut analisa saya rupanya kejadian itu membawa dampak psikologis yang buruk bagi si Sumi.
    Semalam adalah puncak kegalauan si Sumi dia tidak pulang semalam dan otomatis membuat heboh orang sekampung. Setelah ditelusuri rupanya si Sumi dicurigai mempunyai kenalan melalui salah satu situs jejaring sosial F. Menurut ramalan keluarganya, si Sumi ini diculik oleh seorang pemuda, semua orang sibuk mencari si Sumi, semua orang dibuat pusing dengan kelakuan si Sumi. dan sepertinya keberuntungan sangat berpihak kepada si Sumi, karena pemuda yang tadinya dicurigai sebagai penculik yang membawa lari Sumi menelpon orang tua si Sumi dan memberikan alamat dimana Sumi berada. Si Sumi akhirnya mau dibawa pulang. Namun ketika melihat sang emak, si Sumi mendadak berteriak histeris, meminta agar si emak jangan memukulinya lagi.
    Dan dari kisah si Sumi ini saya menyimpulkan bahwa pembentukkan karakter remaja yang sedang puber, sedikit banya dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi keluarga. Semoga tidak ada Sumi Sumi berikutnya dan janganlah main pukul seperti yang si emak lakukan. Kalau semua dibicarakan baik-baik kan lebih enak. Sekian..