Selasa, 25 Januari 2011

TELAH


“Ku ingin kau rasakan cinta itu.
Selagi kau masih dapat merasakannya”

Sama sekali tidak pernah terlintas di dalam benak Febi untuk menjadi kekasih Bimo. Karena awal dari cerita cinta mereka adalah Lintang dan Lando. Febi adalah sahabat Lintang dari SD begitu juga Bimo, dia bersahabat dengan Lando semenjak SMP. Pertengahan Semester 2 Lintang dan Lando pacaran dan peristiwa ini pula yang membawa perubahan besar pada hubungan Bimo dan Febi.
“Hai Feb. Jalan yuk!” ajak Bimo
“Hmm… sayangnya gue lagi males jalan nih” jawab Febi, acuh.
“Oh gitu ya… Jadi kamu tega liat temen kamu celaka?” tanya Bimo
“Maksud lo? Lintang?” tanya Febi tidak percaya
“Hmm… Kamu pikir aja sendiri” ucap Bimo menepuk ringan pipi kanan Febi
Ucapan Bimo sontak membuat kepala Febi pusing, dia takut Lintang celaka. Sesebel apapun Febi kepada Lintang, jauh di dalam lubuk hatinya, dia tetap sayang kepada sahabatnya itu.
“Ok, gue ikut lo” ucap Febi spontan “Tapi jangan pikir macem-macem ya. Gue cuma nggak pengen Lintang celaka” lanjut Febi, ketus.
“Tenang aja, Lintang nggak akan celaka” ucap Bimo, licik. Sesungguhnya Bimo hanya suka gemas melihat Febi marah, karena menurutnya wajah Febi lucu kalau sedang kesal. Dia adalah orang yang tidak pernah benar-benar merasakan cinta, tapi saat dia melihat wanita yang sekarang ada di depannya hatinya berdesir lain.

***

 “Ok, kita mau kemana sekarang?” Febi mulai sebal dengan kebisuan yang diciptakan Bimo
“Danau” jawab Bimo singkat
“Ngapain sih kesana, lo nggak lagi nyulik gue kan?” tanya Febi penuh selidik.
“Aduh, kamu kok tau sih kalo lagi diculik. Aku jadi malu nih” jawab Bimo sok imut, dan itu benar-benar membuat Febi muak
“Elo nih emang bener-bener gila ya. Pulangin gue nggak” Febi mulai kalut dengan sikap Bimo yang menurutnya benar-benar “ajaib”.
“Aku tau kamu nggak pernah bener-bener cinta sama aku. Cuma sekali ini aja kamu ikutin mau aku, bisa nggak?” ucap Bimo spontan, yang langsung memberi suatu letupan di hati Febi.
“I.. Iya” Febi takut, karena sebelumnya Bimo tidak petnah berbicara dengan nada serius seperti kali ini.

***

Sementara itu…
“Ndo, Bimo itu bawa Febi kemana. Dia nggak macem-macem kan?” Lintang mulai kalut dan khawatir akan nasib sahabat baiknya.
“Tenang dong, say. Bimo nggak akan siksa atau bunuh sahabat kamu kok” ucap Lando mencoba meyakinkan Lintang, kekasihnya.
“Masalahnya sahabat kamu itu rada ajaib kelakuannya” seloroh Lintang
“Hmmm… sebentar” ucap Lando seraya memencet keypad handphone miliknya.
Tidak lama kemudian…
“Heh, lo dimana Bim?” tanya Lando sesaat setelah nada tunggu berganti dengan suara orang “Oh, ya udah. Hati-hati. Jangan malem malem pulangnya, inget lo bawa anak gadis orang” ucap Lando setelah mengetahui keberadaan sahabat kentalnya itu.
“Gimana yank?” tanya Lintang sesaat setelah Lando mematikan telepon.
“Mereka lagi di danau, Bimo kalo lagi ada masalah sukanya nenangin diri disana. Udah biarin aja” jawaban Lando semakin membuat Lintang galau.
“Danau? Kalo Bimo bunuh Febi, terus mayatnya dimasukkin ke danau gimana?” tanya Lintang, membuat tawa Lando meledak.
“Aduh, kamu ini kebanyakan liat film horror deh” jawab Lando sesaat setelah tawanya reda.
“Aduh, kamu ini…” ucap Lintang terputus
“Udah, biarkan mereka menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri” sambung Lando
“Tapi…” Lintang akan berucap tapi keburu dibungkam oleh Lando.

***
Danau Angsa 04:15pm…
“Feb, aku tau kamu nggak pernah suka ataupun cinta sama aku. Tapi aku mohon kamu ngertiin perasaan aku” Bimo membuka perbincangan setelah lima belas menit tenggelam dalam pikirannya sendiri.
“Maksud kamu?” Febi semakin tidak memahami keadaan yang sebenarnya
“Aku tau kalo kamu diam-diam sering tebar pesona sama anak FISIP” jawab Bimo langsung pada sasaran.
“A.. Aku nggak pernah gitu” ucap Febi takut
“Udah kamu jujur sama aku Feb. Kalo memang seperti itu kenyataannya, aku ikhlas ngelepasin kamu” ucap Bimo dengan nada bicara yang bisa dibilang sedih.
“Bim, dengerin gue. Gue emang nggak suka sama lo…” Febi mulai menjawab semua yang dituduhkan Bimo kepadanya “Tapi itu dulu, sekarang gue mulai sadar kalo gue gak mau lo jauh dari gue. Lo nggak tau gimana sakitnya hati gue waktu liat lo berduaan sama Sherly”  lanjutnya, dan pernyataan Febi langsung buat Bimo bersorak dalam hati.
“Jadi…” tanya Bimo pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Febi
“Gue juga sayang sama lo Bim” Febi mengulangi perkataannya dengan bahasa yang lebih bisa dimengerti Bimo.
“Thanks Feb. Aku cinta kamu sekarang dan semoga sampai nanti” ucapan Bimo seakan langsung menembak hati Febi langsung pada titik terdalam. Tanpa banyak kata mereka berpelukan dan membiarkan hati mereka berbincang, biar sunyi membawa kemana rasa mereka sebenarnya.

TAMAT

cerita ini terinspirasi dari Novel: Still (Sekuel "CEWEK!!!") Karangan Esti Kinasih