Sama sekali nggak pernah kebayang aku bisa dekat bahkan cinta sama cowok yang sudah enam tahun ini ada di hidupku, datang di mimpiku, menemaniku saat suka dan dukaku. Dan semuanya berawal sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku ke SMP Negeri 7 Surabaya. Hari itu, hari pertama kali aku harus memulai aktivitasku sebagai siswa SMP setelah seminggu menjalani masa orientasi siswa (MOS). Walau baru beberapa hari jadi murid SMP, aku udah punya beberapa teman yang menurutku “klik” dengan kepribadianku, mereka adalah Melda, Yeni dan Niken. Melda ini anaknya lucu, agak pemalu dan baik hati. Dia biasa aku panggil Emeng, pokonya dia IS THE BEST lah!!!. Kalo Yeni, super duper cerewet, Lebay dan Miss Dramatis. Niken, hmmm… Misterius. Udah deh pokoknya itu lah mereka, tapi satu hal yang pasti mereka baik hati. Ok, sudah cukup cas cis cus-nya. Hehehehehhe. Ok, udah jam 10:30 berarti sebentar lagi mobil abonemen yang bakal nganter aku sampe sekolah dateng nih. Hmmm, ada yang kenal nggak ya?.
TINN.. TINN!!! Hmmm, itu dia mobil jemputanku dateng.
Tapi, waktu aku membuka pintu mobil.
“Hei, meii. Kamu ikut bonmen ini juga?” tanya Nita
“Iya, aku pikir aku bakal kayak orang bego di mobil ini” ucapku
“Hmm… ada siapa lagi ya?” tanya Nita padaku
“Liat aja deh…” ucapku singkat.
***
Mobilpun jalan, next destination jemput member mobil jemputan ini. Hampir semua anak kelas dua, sampai akhirnya ada seorang cowok lucu, imut masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di depanku. Sumpah, basah rasanya bajuku, keringetan lihat cowok ini. Tapi udahlah, lupakan. Toh, tujuan utamaku kan sekolah. Setelah lengkap semua, kita semua langsung cabut ke sekolah. Aku udah nggak sabar cerita ke sahabatku, Melda. Sesampainya di depan gerbang sekolah, aku langsung lari menuju kelas.
“Meng… Meng ada cowok lucu!” seruku begitu ada di depan kelas
Tapi… Ops, ada Kak Iqbal—Kakak Senior Idolaku, tapi dia udah pacaran sama temen sekelasku, Reza. Hufth…— dia langsung ngelihat aku, sangking kencengnya seruanku.
“Heh, dimana? Perasaan disini nggak ada yang mukanya kayak badut” jawab Melda kenceng. Aduh, nggak tahu apa kalo aku malu sama Kak Iqbal ini, tapi biarlah dia sama pacarnya ini.
“Itu…” ucapku sambil nunjuk ke arah cowok sinchan yang lagi jalan sambil nunduk. Waktu aku ikutin arah berjalannya, ternyata dia tetangga sebelah kelas, 1F.
“Oalah, itu namanya hendrik” celetuk seseorang dibelakangku.
“Leh, kok kenal kamu?” tanyaku heran
“Ya jelas kenal lah. Orang dia temen SDku” jawab cowok bernama Rendra itu
“Oh, tapi dia beda ya sama hendrik di kelas kita. Aneh, suka tebar pesona nggak jelas gitu” ucapku spontan, hampir semua cewek di kelas sebelah suka sama si hendrik teman sekelasku, karena dia suka tebar pesona waktu jam istirahat.
Tawa Rendra dan beberapa teman cowoknya langsung meledak setelah mendengar ucapanku.
“Heh, kok malah ketawa?” tanyaku heran.
“Habisnya kamu terlalu jujur kalo ngomentarin orang” jawab cowok bernama Fauzi.
TETTT…TETTT!!! Bel tanda dimulainya pelajaran berbunyi, dan aku berharap bel tanda istirahat berbunyi, bahkan kalau bisa bel tanda pulang juga secepatnya berbunyi, biar aku bisa ketemu cowok lucu itu lagi. Hmmm, senangnya…!!!
***